by

Ditolak CPNS 4 Kali Kini Menjadi Kepala Sekolah

Loading…

Roda kehidupan memang selalu berputar, tak selalu yang berpijak dibawah akan selalu berada di bawah, bila telah tiba waktunya roda tersebut akan berada tepat di atas. Hal ini pulalah yang dialami oleh lelaki paruh baya ini. Kris Budiyono, S. Pd., M. Pd. merupakan kepala sekolah SMP Negeri 1 Grogol, Sukoharjo. Lelaki kelahiran Surakarta, 17 Agustus 1969 telah menempuh pendidikan sekolah dasar di SDN 1 Pule, Wonogiri. Melanjutkan sekolah menengah pertama di SMP N 1 Selogiri dan menengah atas di SMA N 2 Wonogiri lulus tahun 1988 silam . Tak puas dengan pencapaian ini, Kris muda melanjutkan Strata 1 di Universitas Bangun Nusantara Sukoharjo lulus tahun 1994 dan Strata 2 di Universitas Sebelas Maret Surakarta lulus tahun 2006. Berkat kecerdasannya, pada tahun 2008 ia berhasil memperoleh beasiswa selama 1 tahun di Universitas Negeri Yogyakarta untuk Pendidikan Profesi. Berkat beasiswa itu ia berhasil memperoleh sertifikat pendidik dan tunjangan.

Loading...

Lelaki yang kini tinggal di Martodranan RT 01 RW 03 Pasar Kliwon ini didampingi oleh istri yang begitu setia yaitu, Endang Siti Khotijah, S.Pd. lulusan IKIP Yogyakarta. Untuk membantu perekonomian keluarga Endang berwirausaha dengan berjualan di pasar Klewer Surakarta. Setelah menanti selama 18 tahun dengan setia dan penuh harap untuk pertama kalinya mereka dikarunia seorang anak laki-laki pada tahun 2012 yaitu Farih , lalu pada tahun 2014 Allah kembali mempercayakan buah hati laki –laki kedua yaitu Hisyam. Dan pada tahun 2016 lengkap sudah penantian mereka dengan hadirnya seorang putri yaitu Aisyah.

Kris Muda memulai karir guru sejak tahun 1995 di STM Bina Karya selama 3 tahun. Untuk mencoba memperbaiki kualitas kehidupannya ia mencoba untuk mendaftar sebagai CPNS, tak hanya sekali tetapi ia mencoba sebanyak 4 kali. Hingga akhirnya ia diterima sebagai PNS pada 1998 dan memulai karir PNSnya di SMP Negeri Sukoharjo dari 1998-2012. Kemudian pada tahun 2012 ia mendapat promosi di SMP Negeri 1 Grogol hingga saat ini, yang kurang lebih sudah 7 tahun.

Selama kepemimpinannya sudah banyak prestasi yang diraih oleh sekolahnya, baik akademik atau non akademik, baik tingkat kabupaten atau provinsi. Pada tingkat provinsi berhasil menjuarai lomba poster. Ia juga terpilih sebagai kepala sekolah teladan Kabupaten Sukoharjo tahun 2014. Sekolah yang dipimpinnya ini pada tahun 2014 berhasil menyabet adiwiyata tingkat provinsi. Berkat prestasi itu pada tahun 2018 berhasil masuk tingkat nasional dan menunggu verifikasi berkas dari Dinas Pendidikan Nasional. Sekolah adiwiyata merupakan sekolah berwawasan lingungan, pemeliharaan lingkungan , pengolahan sampah, biopori, sumur resapan, dan tanaman hijau. Berkat terpilihnya menjadi sekolah Adiwiyata, sekolahnya menjadi tujuan dari sekolah lain untuk studi adiwiyata. Terakhir SMP Negeri 2 Gatak melakukan studi untuk mempelajari konsep adiwiyata yang diterapkan di sekolahnya.

Sekolah yang ia pimpin tahun 2018 ini memikul amanat yang lumayan berat karena ditunjut menjadi sekolah rujukan, hal ini menunggu verifikasi data dari Direktorat Jendral Pendidikan. Sekolahnya berhasil menjadi sekolah rujukan kedua setelah bersaing dengan empat sekolah salah satunya SMP Negeri 1 Sukoharjo yang menjadi juara 1. Sekolah rujukan ini dibina langsung oleh Direktorat Jendral Pendidikan, oleh karena itu besar harapan Kris agar sekolahnya lebih maju lagi dan lebih berprestasi hingga tingkat nasional bahkan internasional dalam bidang akademik atau non akademik.

Berkat penunjukan sebagai sekolah rujukan tersebut, secara fisik, sekolahnya ditugasi untuk membuat master plan berupa permodelan bangunan kedepan seperti apa. Kris kemudian bekerjasama dengan pihak lain untuk membuat master plan yang diinginkannya, proyek tersebut telah dikirim ke Direktorat Jendral Pendidikan dan tinggal menunggu persetujuan. Rencananya apabila proyek tersebut telah disetujui untuk pertama kali akan dianggarkan 1 milyar untuk pembangunan fisik khusus, pada tahun ke 3 master plan digagas sudah jadi.  Dengan jadinya master plan itu nanti apabila ganti kepala sekolah, diharapkan sudah bisa mengembangkan master plan tersebut.

Pada kepemimpinannya ia menggemakan pendidikan karakter bagi siswa didiknya, hal ini dimulai dari budaya cium tangan pada pagi hari di  depan gerbang sekolah. Hal ini dinilai olehnya dapat meningkatkan disiplin terhadap orang tua, keakraban dengan guru, dan orang tua yang mengantar merasa senang karena anak-anak mereka diperhatikan. Tidak hanya berhenti didini saja, memasuki kelas juga dibudidayakan salaman dengan guru yang sekaligus cek kelengkapan atribut siswa. Kris juga tidak lupa menerapkan pendidikan religius dengan dimulai dari berdoa sebelum kegiatan belajar mengajar. Tak hanya pagi saja, hal ini berlanjut saat siang hari dengan mengadakan Sholat Dhuhur berjamaah antara guru dan siswa, hal ini dinilai dapat memperkuat hubungan antara guru dan siswanya. Satu lagi kebijakan yang ia terapkan berupa pengajian rutin setiap Sabtu, Minggu terakhir setiap bulannya. Tak berhenti disini saja setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis diterapkan budaya literasi dengan bernyanyi lagu Indonesia Raya selama 15 menit sebelum pelajaran

Selama berdiri dari tahun 1982 sekolah yang ia pimpin saat ini telah berganti kepala sekolah sebanyak 10 kali. Sekolah yang ia pimpin memiliki Pegawai Negeri Sipil sebanyak 43 orang, 11 karyawan, 8 non Pegawai Negeri Sipil, dengan siswa sebanyak 948 orang. Alumni-alumni lulusan SMP 1 Grogol juga tergolong berhasil, ada yang berhasil jadi Dandim Wonogiri, Guru dan Lurah. Harapan ia yang belum tercapai pada saat kepemimpinannya yaitu berupa penambahan LSD, karena seperti yang diketahui hanya terdapat 12 buah dari total 30 kelas. Ia menargetkan prestasi Ujian nasional dapat menjadi peringkat 5 bahkan peringkat satu di Kabupaten Sukoharjo dari yang awalnya peringkat 9, dengan sistem zonasi juga diharap bisa menjadikan prestasi menjadi lebih baik. (lita/red)

banner 300250

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed